Kerangka yang disusun rapi sejak awal menghemat berminggu-minggu revisi. Ini cara redaksi kami menilai sebuah kerangka buku ajar sudah siap dikembangkan atau belum.
Naskah buku ajar yang paling sering dikembalikan bukanlah naskah yang bahasanya buruk, melainkan naskah yang kerangkanya belum matang. Bahasa dapat disunting; struktur yang keliru menuntut penulisan ulang.
Mulai dari capaian pembelajaran
Buku ajar berbeda dari buku referensi karena terikat pada capaian pembelajaran mata kuliah. Sebelum menulis satu paragraf pun, tuliskan lebih dahulu: setelah membaca bab ini, mahasiswa mampu melakukan apa? Kalimat itulah yang menentukan isi bab, bukan sebaliknya.
Satu bab, satu gagasan utama
Bab yang memuat tiga gagasan besar sekaligus hampir selalu melelahkan untuk dibaca. Pecah menjadi beberapa bab yang lebih pendek. Buku dengan dua belas bab ringkas lebih mudah dipakai mengajar daripada enam bab yang padat.
Susun urutan berdasarkan ketergantungan
Periksa apakah setiap bab hanya memerlukan pengetahuan dari bab sebelumnya. Bila bab 3 menuntut pemahaman bab 7, urutannya perlu ditata ulang. Cara sederhana memeriksanya: tuliskan tiap bab pada satu kartu, lalu susun sampai tidak ada panah yang mundur.
Perkirakan bobot halaman sejak awal
Tetapkan perkiraan jumlah halaman per bab pada tahap kerangka. Bab yang direncanakan 15 halaman tetapi tumbuh menjadi 60 halaman biasanya menandakan ada dua bab yang tersamar di dalamnya.
Yang kami periksa saat telaah
- Kesesuaian isi bab dengan capaian pembelajaran yang dinyatakan.
- Keseimbangan bobot antarbab.
- Keberadaan latihan atau contoh penerapan pada tiap bab.
- Kelengkapan rujukan mutakhir pada bidang yang dibahas.
Kerangka yang lolos empat pemeriksaan itu biasanya berkembang menjadi naskah utuh tanpa perombakan besar.