Gambar yang tampak tajam di layar sering pecah ketika dicetak. Beberapa penyesuaian sederhana pada tahap penulisan menghemat banyak waktu di tahap pracetak.
Tahap pracetak paling sering tertunda bukan karena naskahnya, melainkan karena gambar dan tabel yang perlu dibuat ulang. Persiapan berikut mencegahnya.
Perhatikan resolusi, bukan ukuran layar
Gambar untuk cetak sebaiknya beresolusi minimal 300 dpi pada ukuran tampilnya di halaman. Tangkapan layar dari peramban umumnya hanya 72–96 dpi dan akan terlihat pecah ketika dicetak.
Kirim berkas asli, bukan hasil tempel
Grafik yang ditempel ke dalam dokumen pengolah kata kehilangan sebagian ketajamannya. Sertakan berkas aslinya secara terpisah — hasil ekspor dari perangkat lunak pengolah data, atau berkas vektor bila tersedia.
Pertimbangkan cetak hitam putih
Sebagian besar buku akademik dicetak satu warna. Grafik yang membedakan kelompok data hanya lewat warna akan kehilangan makna. Bedakan pula dengan pola, jenis garis, atau penanda titik.
Tabel yang terlalu lebar
Tabel dengan dua belas kolom tidak akan muat pada halaman buku berukuran 15,5 × 23 cm. Pecah menjadi beberapa tabel, putar orientasinya, atau pindahkan ke lampiran.
Nomor, judul, dan sumber
Setiap tabel dan gambar memerlukan nomor, judul, dan sumber bila dikutip dari karya lain. Rujuk juga di dalam teks — pembaca perlu tahu kapan harus melihatnya.
Naskah yang gambarnya sudah siap sejak awal umumnya melewati tahap pracetak satu hingga dua minggu lebih cepat.